Program studi magister ketahanan pangan didirikan berdasarkan pada beberapa kondisi.  Pertama, kondisi eksisting dimana kebutuhan pembangunan pangan nasional untuk kelangsungan hidup bangsa sangat mendesak. Kedua, kearifan Lokal potensi pangan di Provinsi Lampung, Lampung dikenal sebagai Bumi Agribisnis dan Agroindustri, Kondisi agroekosistem serta ekonomi-sosial-budaya Lampung menunjang pengembangan agribisnis; Walaupun perlu revitalisasi, infrastruktur pertanian sudah memadai; Lampung berkontribusi besar pada produksi komoditas ubikayu, padi, jagung, kopi, ayam, sapi potong, udang, dan aneka produk pangan lainnya; Peluang meningkatkan kontribusi Lampung terhadap ketahanan pangan nasional terbuka luas.  Kondisi internal Polinela telah memiliki kesiapan SDM yang memadai saat ini memiliki dosen tetap bergelar Doktor berjumlah 18 orang dari bidang ilmu yang relevan dengan ketahanan pangan bidang Pertanian (Produksi Pertanian, Agroindustri , Ilmu Gizi, Ilmu Pangan, Pangan Fungsional, ICT, dan Sosial Ekonomi Pertanian serta Rencana pengembangan Polinela yang tertuang dalam Renstra.  Kondisi tersebut mendorong pimpinan segera mengambil langkah membuka program studi S2 terapan ketahanan pangan dan siap menerima mahasiswa pada tahun akademik 2020/2021 dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 145/M/2020 tanggal 14 Februari 2020, dimana dalam keputusan disebutkan bahwa program studi dimaksud dinyatakan memenuhi persyaratan minimum akreditasi.

Program studi magister terapan menerima lulusan program D4 dan S1 bidang pertanian baik masyarakat umum maupun PNS/pegawai BUMN/swasta yang memiliki minat studi pada program studi ketahanan pangan.  Penyelenggaraan pendidikan ditempuh selama 2 (dua) tahun dengan sistem pembelajaran SKS paket yang telah tertentu, sehingga kondisional bagi mahasiswa untuk lulus tepat waktu dengan tetap mempertahankan marwah pendidikan tinggi vokasi (70% praktik dan 30% teori).

  • Aspek Ketahanan Pangan yang harus tercermin dalam kurikulum
  • Aspek Produksi: Banyak masalah tetapi terdapat peluang untuk peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, produktivitas lahan, pascapanen, dll.
  • Aspek Stok dan Distribusi: Banyak masalah yang memerlukan pemecahan melalui penataan rantai pasok
  • Aspek Keanekaragaman Pangan: Upaya diversifikasi pangan sangat lambat dan kurang berhasil
  • Aspek Keamanan Pangan (food safety): Banyak masalah dan cenderung semakin mencemaskan
  • Memiliki dosen tetap bergelar doktor (18 orang).
× How can I help you?